Home         Who Am I         Corner         Rate Card         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist
Showing posts with label Gagas Media. Show all posts
Showing posts with label Gagas Media. Show all posts

26 July 2015

Review Novel | Pillow Talk - Christian Simamora

Judul Buku : Pillow Talk
Penulis : Christian Simamora
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-393-7
Kategori :Novel Dewasa

Holaaa...

Finally, Alhamdulillah.. Bisa baca novel lagi after nggak sempat baca secara full, disambi ini itu. Senengnya itu gimana yaa? Nggak bisa diungkapkan dengan makanan deh #ehh.. Nah, berhubung kemarin barusan beres-beres rak buku, dan menemukan novel kesayangan dari abang Christian Simamora, nggak ada salahnya dong kalau aku review novel ini. Walaupun sekarang covernya udah ganti, tapi entah kenapa aku kok suka sama cover yang ini.. Hihi.. Novel pertama yang aku punya dari karya abang Christian Simamora. Dan baru beli lagi kemarin hari Jumat, 24 Juli 2015. Santai, nanti aku pasti review kok, walaupun udah banyak pastinya yang review novel si abang. Tapi kan, belum review ala aku kan yaa.. Eh salah, review ala Peek A Book..

Oke, review Pillow Talk karya abang Christian Simamora meluncur.. Let's peek the review..

And the synopsis..

Kami 'bersahabat' sejak kecil. Tepatnya, kalau ada kata lain untuk menggambarkan sesuatu yang melampaui 'sahabat', maka kata itulah kami. Berbagi cerita, berbagi rahasia. Bahkan, tanpa disadari, kami pun membagi cinta. Tapi, apakah kau tahu, rasanya saling mencintai namun bertahan untuk tidak saling memiliki? Percayalah, ini lebih buruk dari sekadar patah hati. Ini bukan kisah cinta yang ingin kau alami.

20 February 2014

Review Teenlit | Secret Admirer - Karizza Rakmavika

Judul Buku : Secret Admirer
Penulis : Karizza Rakmavika
ISBN : 9797805980
Halaman : 196
Penerbit : Gagas Media
Bahasa : Indonesia

 And the synopsis..

Dalam gelap, aku tak bisa melihat sebiru apa langit itu.

Aku terlalu nyaman dengan rahasia ini. Aku menyelipkan perasaanku di antara keseharianku. Aku memilih sendiri. Menyepi. Membenci diri yang tak bisa jujur padamu.

Sesungguhnya, aku tak tahan lagi. Semakin besar kurasa jarak di antara kita. Kau semakin sulit kuraih—dengan atau tanpa sunyi di bibirku ini. Dan aku mulai bosan dengan gelap. Jenuh dengan segala rahasia.

Karenanya, hari ini, kuputuskan untuk berterus terang padamu. Bertanya dengan segenap tetes keberanianku, “Maukah bersamaku menikmati birunya langit hari ini?”

14 February 2014

Novel | Separate Beds (Milikmu seutuhnya) - LaVyrle Spencer

Separate Beds
Semuanya dimulai pada suatu malam. Suatu malam yang tak terduga. Malam ketika dua orang dari dunia berbeda. Terikat untuk selamanya.

Clay forrester adalah mahasiswa jurusan hukum yang tampan, sementara Catherine adalah mahasiswi serius dan kutu buku - dua orang yang tak mungkin bisa bersatu. Namun, malam itu adalah pengecualian. Dibawah temaram bulan dan bintang-bintang dan ditemani sebotol anggur, kedua akhirnya menghabiskan sisa hari itu bersama.


10 July 2012

Review Novel | Remember When - Winna Efendi

Judul Buku : Remember When
Penulis : Winna Efendi
Jumlah Halamanan : 260 hlm
Ukuran : 13 x 19 cm
Harga : Rp43.000
ISBN : 979-780-487-9

Baca buku ini pertama kali kemudian berlanjut berulang-ulang kali, selalu mendapatkan feel yang sama, be sad. Ga akan mungkin ga sedih, cerita yang ditawarkan begitu indah, sederhana tapi menyentuh ingatan dan perasaan kita yang paling dalam. Cerita tentang 4 orang sahabat di masa-masa SMU, tentang cinta segitiga, pertengkaran dan akhir yang indah walaupun harus menunggu 2 tahun.


Ada banyak kalimat indah yang ditulis di dalam novel ini, dan membuat aku dan mungkin juga kamu, akan merasa memang inilah, seperti inilah seharusnya.


Jujur aja, sebenarnya sih setiap kali baca buku, novel, nonton film, dengerin lagu, atau apapun itu, pasti yang aku cari kata-kata yang menurutku oke banget dah. Salah satunya yaa, di bukunya Winna Efendi (thanks buat bukunya, inspiring banget)



And the synopsis..

Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya. 

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas? 

Lalu, saat kau berkata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

“Aku mencintaimu,” katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna? 

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...