Penulis: Boy Candra
Penerbit: Media Kita
ISBN: 978-979-794-502-2
Genre: Romance
Holaaa..
Ketemu lagi sama Peek A Book. Yup, aku dipercaya untuk ikutan dalam rangkaian Virtual Blog Tour Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu karya Boy Candra. Terima kasih kepada mas Boy Candra dan Penerbit Media Kita yang sudah memberikanku kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi host Virtual Blog Tour kali ini.
Oke, nggak perlu lama-lama kali yaa basa-basinya..
So, let's peek the review..
And the synopsis..
Ada banyak hal yang tak
pernah kuceritakan kepadamu. Perihal betapa sakitnya masa lalu yang
pernah singgah di dada. Bukan karena apa-apa, bagiku, menceritakan masa
lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku masih berharap padanya. Padahal
tidak. Semenjak memilih untuk menjadi bagian dari hidupmu, aku sudah
mengikhlaskan dia selamanya. Meski kami berakhir bukan karena ingin aku
dan dia. Namun, ada hal yang tak dapat kami tembus. Nanti aku akan
menceritakan perihal itu kepadamu, nanti pasti akan kuceritakan.
Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagi, bahwa cinta kita memang tak pernah salah. Meski tak banyak orang yang bisa menjalani hubungan begini. Namun, kepadamu, Wulan Sari, aku telah jatuh hati sedalam ini. Dan, aku ingin kamu menjaga hatiku yang jatuh agar tumbuh dan utuh bersama hatimu.
“Bagaimana mungkin kamu bisa menyebutnya cinta, sementara kalian belum pernah bertemu?” pertanyaan itu memang tak bisa kujawab kepada teman-temanku. Namun, tahukah kamu, sungguh aku ingin meneriakan ke telinga mereka. “Kalian terlalu sempit mengartikan cinta!” Mereka terlalu sempit mengartikan apa yang kita rasa.
Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagi, bahwa cinta kita memang tak pernah salah. Meski tak banyak orang yang bisa menjalani hubungan begini. Namun, kepadamu, Wulan Sari, aku telah jatuh hati sedalam ini. Dan, aku ingin kamu menjaga hatiku yang jatuh agar tumbuh dan utuh bersama hatimu.
“Bagaimana mungkin kamu bisa menyebutnya cinta, sementara kalian belum pernah bertemu?” pertanyaan itu memang tak bisa kujawab kepada teman-temanku. Namun, tahukah kamu, sungguh aku ingin meneriakan ke telinga mereka. “Kalian terlalu sempit mengartikan cinta!” Mereka terlalu sempit mengartikan apa yang kita rasa.